KARANGANYAR – Estafet Tunas Kelapa (ETK) dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Karanganyar tidak hanya menjadi ajang meneruskan simbol gerakan kepramukaan dari satu daerah ke daerah lain. Di balik perjalanan estafet tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Karanganyar turut membawa misi sosial dan pendidikan karakter bagi generasi muda.
Hal itu terlihat dari rangkaian kegiatan yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan ETK di wilayah Karanganyar, Selasa (1/9/2026). Selain melanjutkan perjalanan Tunas Kelapa dari Kwarcab Sragen menuju Kwarcab Surakarta, Pramuka Karanganyar menggelar perkemahan ranting serta kegiatan bakti sosial.

Kegiatan sosial tersebut antara lain berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian santunan perlengkapan sekolah kepada 25 anak yatim piatu.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan peringatan Hari Pramuka sebagai momentum untuk menanamkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat karakter anggota Pramuka.
“Tujuannya mempertahankan tradisi, kemudian membentuk generasi muda kita punya karakter disiplin, rela berkorban, cinta tanah air dan bangsa, serta memasyarakatkan Gerakan Pramuka di Karanganyar,” kata Kurniadi di sela kegiatan di Lapangan Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat.

Menurut Kurniadi, nilai yang dibawa dalam ETK tidak berhenti pada simbol Tunas Kelapa yang dipindahkan dari satu kontingen ke kontingen berikutnya. Perjalanan tersebut menjadi sarana untuk mengajarkan pentingnya kedisiplinan, pengorbanan, kebersamaan dan tanggung jawab.
Di Karanganyar, rombongan ETK menempuh sejumlah titik sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surakarta. Setelah upacara penerimaan di Lapangan Kaliwuluh, pergantian personel dilakukan di Pertigaan Nangsri. Selanjutnya, estafet diteruskan hingga Kampus II ISI Surakarta untuk diserahkan kepada Kwarcab Surakarta.
Setiap tim terdiri atas 40 personel. Seluruh rangkaian perjalanan ETK ditargetkan selesai sebelum puncak peringatan Hari Pramuka tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah di Banyumas pada 9 September 2026.
Sementara itu, Kamabicab Gerakan Pramuka Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan perjalanan ETK juga memiliki pesan tentang pentingnya kerja bersama dalam mencapai sebuah tujuan.
Menurutnya, perjalanan berantai tersebut menggambarkan bagaimana sebuah tujuan tidak dapat dicapai sendirian. Setiap peserta memiliki peran untuk meneruskan semangat dan tanggung jawab kepada peserta berikutnya.
“Untuk mencapai satu tujuan kita ini harus saling bersinergi meneruskan estafet kepemimpinan dan semangat, sehingga kerja kolektif ini bisa mencapai tujuan,” ujarnya.
Ia menilai perjalanan ETK yang dilakukan secara berantai juga menjadi gambaran bahwa proses mencapai tujuan membutuhkan daya juang dan kedisiplinan.
Dengan memadukan perjalanan estafet, kegiatan perkemahan hingga bakti sosial, peringatan Hari Pramuka di Karanganyar diarahkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Rangkaian tersebut sekaligus menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mempraktikkan nilai kepedulian, kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Reporter/Editor: Masgim–Tim Humas Kwarcab Karanganyar






Leave a Reply